BRMP DIY Dorong Implementasi PM-AAS untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Sentolo
KULON PROGO - (08/09/2026) BRMP DIY terus mendorong penerapan teknologi pertanian modern melalui Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi PM-AAS yang diselenggarakan oleh BPP Kapanewon Sentolo dan diikuti oleh unsur penyuluh pertanian, pemerintah kalurahan, petugas POPT, Gapoktan, PPS, petani milenial, serta pendamping PM-AAS dari BRMP DIY.
Pelaksanaan PM-AAS di BRMP DIY mengacu pada Petunjuk Teknis PM-AAS yang diterbitkan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian tahun 2026. Petunjuk teknis tersebut menjadi acuan dalam penerapan sistem pertanian modern yang mengintegrasikan teknologi budidaya, mekanisasi, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pengelolaan tanaman secara terpadu.
Dalam arahannya, Kepala BRMP DIY menekankan bahwa penerapan PM-AAS harus berorientasi pada peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi. Teknologi pertanian modern tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi sebagai penerapan teknologi secara terpadu mulai dari pratanam, budidaya, panen hingga pascapanen.
“Pertanian modern harus mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Gerakan tanam harus dilakukan secara cepat dengan dukungan teknologi yang tepat,” menjadi salah satu penekanan dalam arahan Kepala BRMP Yogyakarta.
Secara filosofi, peningkatan produktivitas salah satunya dapat dilakukan dengan mengoptimalkan populasi tanaman. Semakin banyak tanaman produktif dalam satuan luas, semakin besar peluang hasil yang diperoleh, tentunya dengan intervensi teknologi dan pengelolaan budidaya yang tepat. Jika sebelumnya petani mengenal sistem tegel, kemudian berkembang ke jajar legowo, maka melalui PM-AAS pendekatan tersebut terus dikembangkan dengan pengaturan jarak tanam yang lebih rapat namun tetap memberikan ruang tumbuh optimal bagi tanaman.
Alsintan menjadi komponen penting dalam penerapan pertanian modern. Pemanfaatan alsintan mulai dari kegiatan pratanam hingga pascapanen diharapkan dapat mempercepat proses pekerjaan, meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu, serta mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja.
Selain mekanisasi, penerapan Tanam Benih Langsung (Tabela) juga menjadi salah satu teknologi yang dapat mendukung percepatan tanam. Namun, penerapannya perlu didukung dengan kesiapan lahan, pengelolaan air, ketersediaan benih, serta kemampuan pengendalian gulma.
Kepala BRMP DIY juga menekankan pentingnya ketersediaan benih dan pelaksanaan gerakan tanam secara serempak (Gertam). Tanam serempak akan mendukung efisiensi pemanfaatan alsintan sekaligus mempermudah pengelolaan pertanaman dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Dalam aspek perlindungan tanaman, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) perlu dikedepankan. Pengendalian gulma, termasuk penggunaan herbisida, harus dilakukan secara tepat dan terpadu sehingga efektivitas pengendalian tetap terjaga dengan memperhatikan aspek keamanan dan lingkungan.
Pada aspek pemupukan, penerapan pupuk konvensional yang dikombinasikan dengan pupuk organik diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman sekaligus menjaga kesuburan tanah. Sementara itu, efisiensi penggunaan air dapat dilakukan melalui penerapan sistem irigasi basah-kering.
Pertanian modern juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Pemanfaatan pupuk hayati, pupuk silika, dan biopestisida menjadi bagian dari upaya mendorong sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Hal penting lainnya yang ditekankan adalah kolaborasi lintas generasi. Penerapan teknologi pertanian modern membutuhkan sinergi antara petani yang memiliki pengalaman lapangan dengan generasi muda yang lebih adaptif terhadap teknologi dan inovasi.
“Kolaborasi lintas generasi merupakan tuntutan sekaligus peluang dalam membangun pertanian modern,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Melalui penerapan PM-AAS yang didukung mekanisasi, pengelolaan budidaya yang tepat, ketersediaan sarana produksi, gerakan tanam serempak, serta kolaborasi lintas generasi, BRMP Yogyakarta mendorong agar proses budidaya dapat dilakukan secara lebih cepat, efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan Sosialisasi PM-AAS di Sentolo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BRMP DIY, BPP, pemerintah kalurahan, penyuluh, kelompok tani, dan petani milenial dalam mempercepat implementasi pertanian modern di wilayah Kapanewon Sentolo.